Plesir di Jepang, Tidak harus nginap Hotel

Bukan lagi zamannya pelesir di masa kini menginap di hotel, entah kelas bujet atau berbintang. Tempat menginap kini makin banyak ragamnya, dan yang sedang tren adalah menyewa satu rumah, komplit dengan segala isinya. Bak menginap di rumah famili atau teman dekat, tamu bisa menggunakan seluruh furnitur dan fasilitas yang ada di rumah tersebut. Biaya sewa sudah termasuk biaya listrik, air dan telepon yang digunakan selama rumah tersebut diinapi. Tamu juga bisa menginap di rumah itu dalam jangka panjang.

Adalah Airbnb Inc., pelopor sistem sewa rumah seperti ini. Sistem yang sedang tren ini membuat sebuah perusahaan realestat di Jepang, Star Mica Co., berencana membuat sistem serupa di negeri Sakura tersebut. Perusahaan yang didirikan oleh mantan bankir Goldman Sachs Group Inc. ini menilai dengan sistem tersebut tingkat pengembalian sewa apartemen bisa berlipat. Apalagi saat ini Jepang sedang ramai dengan kunjungan turis asing. Tahun lalu tercatat jumlah turis mancanegara itu mencapai 20 juta orang atau meroket 46 kali dari periode sebelumnya.
Saat ini Star Mica sudah punya 2.500 apartemen yang kebanyakan berlokasi di Tokyo. Menurut Masashi Mizunaga, Presiden Star Mica, penyewaan apartemen-apartemen tersebut kepada turis mancanegara itu baru akan dilaksanakan tahun depan. Star Mica menggandeng Squeeze Inc., sebuah startup, yang akan membantu mengelola pemesanan dan pembersihan unit.
Jepang memang sedang alami masa booming kedatangan turis mancanegara, sementara ketersediaan kamar di Jepang sangat terbatas. Ini membuat penyewaan apartemen seperti Airbnb cukup berpeluang memberi keuntungan. Regulasi pengelolaan sewa seperti Airbnb itu di Jepang, masih abu-abu. Peraturan yang ada tidak cukup menjelaskan soal sewa menyewa rumah ini dan pemerintah tampaknya baru mau mengeluarkan aturan baru. Sistem Airbnb sendiri di banyak tempat tak berjalan mulus, sebab di beberapa lingkungan tempat Airbnb-listers itu berada mulai mengeluhkan soal gangguan. Apalagi kalau di daerah Airbnb-listers itu sedang menjadi tempat penyelenggaraan pertandingan olah raga yang didatangi banyak tamu asing.
Akan tetapi Mizunaga tak mau ambil pusing. “Kalau kita ada perjalanan bisnis ke Kyoto atau Osaka, susah mencari hotel di sana. Dan meski masih abu-abu, tapi kami tidak mau menunggu sampai peraturan jelas. Saya yakin tahun depan rencana kami akan berjalan,” tandas Mizunaga.
Sumber: Bloomberg & Housing-Estate.com

Join The Discussion

Compare listings

Compare